Tolong Menolong Dalam Suasana Pandemi Covid 19

  Disukai
  Dilihat

4:20 pm

refleksi

sumber ilustrasi : Tolong menolong dalam suasana pandemi covid 19
Sumber : 4 Cara Mengajarkan Sikap Positif dan Empati pada Siswa Selama Pandemi Covid-19 Hani Ammariah Apr 3,
Penulis : MOHAMMAD FADLIN
RPP Terkait : RPP Guru Berbagi Kelas 1 Daring 2
Jenjang : SD/MI
Kelas : 1
Mapel : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN)

Tolong Menolong Dalam Suasana Pandemi Covid 19

A.      Latar Belakang

Banyak informasi yang beredar mengenai penyebaran wabah Covid-19 bisa saja mempengaruhi kesehatan mental. Masyarakat menjadi panik, khawatir, takut tertular atau kehilangan orang yang mereka cintai. Terlebih lagi, pembatasan aktivitas di luar rumah menyebabkan interaksi menjadi berkurang, muncul rasa bosan, dan stres.

Menjaga sikap positif dapat membantu menjaga kesehatan mental kita dan orang-orang di sekitar. Sementara itu, sikap empati dapat membuat kita mampu merasakan emosi orang lain. Kita dapat membayangkan apa yang orang lain pikirkan dan rasakan.

Sebagai guru, penting untuk terus mengajarkan perilaku positif dan empati kepada siswa, terutama di masa-masa sulit seperti ini. Beberapa hal yang perlu diperhatikan guru saat mengajarkan dan mempraktikkan sikap positif dan empati kepada siswa, di antaranya.

1. Beri apresiasi di setiap pencapaian siswa

Selama belajar di rumah, guru tentu tidak lupa untuk selalu memberi tugas guna menambah pemahaman siswa terhadap materi. Selalu berikan apresiasi pada siswa Anda ketika mereka berhasil mengerjakan tugasnya dengan baik. Misalnya dengan memberi nilai, pujian, atau kata-kata penyemangat. Dengan begitu, mereka akan merasa usahanya dihargai dan jadi lebih semangat untuk mengikuti pembelajaran di rumah.Dan tentu8nya .siswa juga akan memiliki kebiasaan tersebut dan cenderung lebih peduli dengan lingkungan di sekitarnya.

2. Ajarkan cara penyampaian yang baik dan benar

Ketika guru meminta atau melarang siswa untuk melakukan sesuatu, hindari penggunaan kata-kata yang bersifat negatif, seperti “jangan” atau “tidak boleh”. Gunakanlah kalimat yang positif sebagai penggantinya. Misalnya, Anda dapat mengganti kalimat, “Jangan menyontek!” dengan, “Kerjakan tugasnya secara mandiri agar kamu lebih cepat menguasai materi.” Selain itu, sampaikan juga dengan cara yang baik agar tidak menyakiti hati siswa. Cara penyampaian yang baik bisa lebih mudah diterima dan dipatuhi oleh siswa. Secara tidak langsung, Anda akan mengajarkan bagaimana cara menjaga dan menghargai perasaan orang lain kepada siswa.

3. Terapkan disiplin positif pada siswa

Disiplin positif perlu diajarkan kepada siswa diajarkan agar bertanggung jawab dan memahami konsekuensi dari setiap perbuatan yang mereka lakukan. Dengan begitu, siswa akan belajar untuk membuat keputusan yang baik sebelum bertindak.

Selama pandemi, guru bisa mengajarkan sikap disiplin untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Beri siswa penjelasan mengenai bahaya penyebaran Covid-19. Lalu, ajak siswa untuk sama-sama melakukan upaya pencegahan dengan rajin cuci tangan serta patuh pada peraturan pemerintah untuk melaksanakan social distancing.

4. Bangun sikap saling tolong menolong

Sikap saling tolong menolong tidak dapat muncul begitu saja, melainkan harus dibangun dengan cara mengajarkan dan mempraktekkannya di lingkungan sekitar. Banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya dengan gotong royong membersihkan kelas atau lingkungan sekolah.

Di situasi sekarang ini, Kita bisa mengajak para siswa untuk melakukan donasi yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu yang terdampak Covid-19. Selain itu, disiplin melakukan physical distancing juga dapat membantu melindungi diri sendiri dan orang-orang sekitar dari bahaya terinfeksi virus. Sikap tolong menolong yang diajarkan sejak dini dapat membuat siswa menjadi lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan memiliki rasa empati yang tinggi.

Itulah empat cara yang bisa guru terapkan dalam mengajarkan sikap positif dan empati pada siswa selama pandemi Covid-19. Semoga musibah ini segera berakhir dan kita semua dapat segera beraktivitas kembali secara normal. Dalam melaksanakan program pembelajaran jarak jauh di rumah, Kami memanfaatkan layanan online Whatsapp 

B. Sintaks Pembelajaran Whatsapp

Sintaks atau langkah-langkah pembelajaran Moda Daring Whatsapp adalah sebagai berikut:

1. Persiapan

a. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) agar pembelajaran berjalan sistematis.

b. Guru membuat group Whatsaap dan siswa tergabung didalamnya,

 c.. Menyiapkan bahan ajar atau materi dan tugas pembelajaran

2. Pelaksanaan

a. Guru dan siswa mengaktifkan aplikasi Whatsapp

b. Materi atau bahan ajar dan penugasan tidak perlu mengejar target-target kurikulum sebagaimana dalam situasi normal, yang penting pembelajaran dari rumah tetap berjalan.

c. Guru mengirim materi atau bahan ajar dan tugas melalui whatsapp kepada setiap siswa.

d. Guru membuat kesepakatan dengan siswa kapan waktu penyelesaian dan penyerahan tugas.

e. Guru memantau aktivitas siswa melalui video call .

f. Tugas atau bentuk lainya setelah selesai dikerjakan diserahkan ke guru dengan cara mengapload di whatsapp guru.

g. Guru memeriksa pekerjaan siswa dan memberikan nilai kemudian mengupload ke whatsapp.

h. Penutup Guru menyampaikan apresiasi, kata-kata sanjungan kepada siiswa atas partisipasi nya dalam pembelajaran Moda Daring melalui Whatsaap agar siswa tetap aktif, semangat dan termotivasi

C. Suasana Hati Pada Saat Kegiatan Pembelajaran

Pada awal kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) diterapkan dimasa Covid-19 menimbulkan kekhawatiran apakah berjalan sukses atau tidak karena belum terbayangkan sebelumnya, apalagi belum ada panduan kurikulumnya. Namun seiring waktu dengan terbitnya panduan kurikulum darurat, kegiatan belajar dari rumah mulai berjalan terarah. Meskipun adal kerinduan peserta didik dan guru untuk belajar dengan tatap muka seperti biasa.

D. Tanggapan Orang Tua, Guru dan Siswa

1. Tanggapan Orang Tua siswa

Kegiatan belajar dari rumah dimasa Covid-19 ini, awalnya tidak dipahami oleh orang tua siswa, Namun seiring waktu setelah terkomunikasikan secara baik, orang tua siswa baru memahami bahwa dalam suasana Covid-19 pembelajaran tetap berjalan namun belajar dari rumah. Dengan adanya kegiatan belajar dari rumah secara online anak-anak mereka memanfaat HP untuk kepentingan pembelajaran bukan hanya untuk main game atau hal lain yang tidak penting.

2. Tanggapan Guru

Pembelajaran online dari rumah semakin memacu para guru untuk menguasai IT karena pembelajaran dan penilaian saat ini sudah berbasis online. Pembelajaran online dari rumah juga menimbulkan tantangan dan kegelisahan tersendiri bagi guru, hal ini terkait dengan penguasaan IT, sarana yang dimiliki siswa (HP, Laptop) akses internet, kuota atau pulsa data serta kondisi geografis.

3. Tanggapan Siswa

Pembelajaran Moda Daring pada dasarnya sangat diminati oleh siswa karena aktifitas dalam dunia maya yang memanfaatkan IT (HP.Laptop) saat ini sudah merupakan bagian dari gaya hidup mereka. Kebiasaan mereka bergelut dengan aktiftas dunia maya tidak bisa dihentikan sehingga arahan dari orang tua maupun guru untuk memanfaatkan HP dan Laptop secara sehat dalam aktifitas online menjadi penting.

E. Kelebihan dan Kekurangan Moda Daring Whatsapp

1. Kelebihan

a. Guru dapat memantau kegiatan belajar siswa

b. Fitur-fitur aplikasinya cukup lengkap

c. Mudah diakses oleh siswa

2. Kekurangan

a. Membutuhkan akses internet yang memadai

b. Ketersediaan sarana (HP, Laptop) dan pulsa data terbatas

c. Masih ada orang tua memiliki kompetensi IT sehingga tidak bisa membimbing atau mendampingi anaknya belajar dengan Moda Daring

F. Penutup

Pembelajaran Moda Daring whatsapp dapat menjadi salah satu solusi dalam memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik meskipun dalam situasi darurat.



Cari Artikel Lain

Artikel terkait lainnya