Asyiknya belajar Ukara Carita tentang Virus Corona di SMP Negeri 1 Ngadirojo

  Disukai 10x   Dilihat 174x

5:17 pm

refleksi

sumber ilustrasi : Hasil karya siswa atas nama Intan Ayu Maharani
Sumber : Deny Puspitasari Ningtyas
Penulis : DENY PUSPITASARI NINGTYAS
RPP terkait : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Masa pandemi Covid-19 masih berlangsung di Indonesia. Sejak diumumkan awal Maret 2020 lalu, pasien positif corona masih bertambah. Tentu hal ini merupakan ujian untuk bangsa Indonesia. Kita sebagai generasi bangsa wajib ikut serta mematuhi anjuran pemerintah antara lain, tetap berada di rumah, jaga jarak aman dengan orang lain, menghindari kerumunan, sering cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun cuci tangan serta memakai masker apabila keluar rumah dengan kepentingan mendesak. Meski wabah masih berlangsung, namun pendidikan di Indonesia juga harus tetap didukung. Berbagai terobosan yang dilakukan oleh Mendikbud Bapak Nadiem Makarim harus kita patuhi agar anak-anak tetap mendapatkan pendidikan dan kelak berguna bagi pribadi anak-anak khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Pendidikan sangatlah penting bagi semua warga negara Indonesia. Setiap warga berhak atas pendidikan sebagaimana tercantum pada UUD 1945. Oleh karena itu, pada masa pandemi Covid-19 ini, saya selaku staf pengajar tidak tetap di SMP N 1 Ngadirojo Pacitan juga turut serta dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada murid-murid. Antusiasme dan optimisme harus terus dipacu agar menghasilkan sesuatu yang diharapkan.

Pelayanan yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk Kegiatan Belajar Mengajar dalam jaringan (KBM daring). Hal ini dimaksudkan agar siswa tetap mendapatkan materi pembelajaran meski metodenya ada yang berubah. Apabila KBM tatap muka lebih banyak diskusi kelompok, maka KBM daring lebih intensif dalam pelayanan personal. Pada mata pelajaran saya, KBM daring menggunakan fasilitas Whatsapp. Hal ini karena media tersebut banyak digunakan peserta didik. Selain itu pertimbangan dari faktor ekonomi peserta didik.

Pada awal pembelajaran di rumah, materi pembelajaran yaitu ukara carita. Tujuan dari pembelajaran ini yaitu meningkatkan semangat menulis siswa dengan merangkai kata demi kata menjadi paragraf yang padu menggunakan ragam bahasa Jawa ngoko. Isi dari pembelajaran ini yaitu peserta didik menyusun kata demi kata menjadi paragraf yang bertema *Pandemi Covid-19 serta cara-cara mencegah Covid-19*. Pada awal saya sampaikan kepada siswa, mereka sangat antusias karena permasalahan yang terjadi sekarang menjadi topik pada tugas tersebut.

Sebelum saya memulai KBM, saya menyusun perangkat pembelajaran. Pada awal pembelajaran, saya menyampaikan indikator yang harus dicapai. Kemudian saya memberikan motivasi kepada peserta didik agar tetap menjaga kesehatan, tetap mematuhi aturan dari pemerintah dan jangan lupa berdoa. Kemudian saya mengabarkan kondisi mereka supaya mereka tetap menjaga kesehatan mereka dan semua anggota keluarganya.

Stimulus selanjutnya yaitu tentang materi yang akan dibahas pada saat itu. Dengan semangat mereka berusaha memahami ukara carita, ukara sing isine nyritakake babagan prastawa, atau rangkaian kalimat yang menceritakan sebuah peristiwa .Pada kegiatan inti, peserta didik memahami tentang definisi dari ukara carita. Setelah memahami ukara carita, guru menjelaskan secara detail tentang ukara carita. Tahap selanjutnya, para peserta didik mengeksplorasi kemampuan menulis ukara carita. Topik dari ukara carita yaitu pandemi covid-19 dan cara-cara mencegahannya. Peserta didik dilatih agar mampu menyusun ukara carita berbentuk paragraf dalam ragam bahasa ngoko. Selain itu siswa dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari misalnya cara cuci tangan yang benar, bagaimana jaga jarak aman, menggunakan masker saat keluar rumah.

Selanjutnya siswa mengirim tugas melalui WA pribadi guru mata pelajaran. Setelah tugas dikirim, selanjutnya tanya jawab (konsultasi online). Konsultasi online dimaksudkan agar lebih intensif dengan siswa dalam memahami materi. Setiap anak memiliki bakat menulis yang berbeda-beda. Hasil penilaian mereka memperoleh nilai dalam rentang 80-95. Pada tahap akhir pembelajaran, yaitu refleksi, guru menyimpulkan pembelajaran pada saat itu. Guru juga menyarankan kepada siswa agar tetap di rumah, belajar di rumah, jaga jarak aman, sering cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, serta menggunakan masker apabila keluar rumah.

Dari pembelajaran tersebut, dapat kita ambil kesimpulan yaitu peserta didik mampu menyusun ukara carita dengan ragam ngoko. Selain itu mereka juga dapat mengembangkan pengetahuan teknologi informasi melalui internet saat mencari data covid-19. Hal yang penting lainnya yaitu siswa-siswa harus mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Beberapa siswa juga dengan semangat mengembangkan kemampuan menggambar ilustrasi tentang virus corona dan membuat karya yang indah.

Semangat para peserta didik saat belajar di rumah memang patut diberi apresiasi. Mereka tetap berusaha mencapai kompetensi. Bahkan beberapa siswa semangat melaksanakan konsultasi online saat sebelum buka puasa, saat sahur, dan saat setelah ibadah tarawih. Guru juga selalu memberi motivasi kepada peserta didik selalu berfikir positif agar daya imun tubuh mereka terjaga. Dengan daya imun tubuh yang tetap sehat, diharapkan terhindar dari paparan virus corona. Selain itu peserta didik juga disarankan agar menyaksikan siaran TVRI *Belajar dari Rumah* agar mereka tetap aman belajar di rumah. Tak lupa juga yang amat penting yaitu selalu berdoa kepada Allah SWT agar dijauhkan dari bahaya. Guru juga selalu memberi semangat agar siswa-siswa melaksanakan ibadah di rumah dan menjalankan amalan-amalan bulan Ramadhan di rumah. Dengan harapan semoga wabah cepat berlalu dan KBM kembali normal seperti sediakala.



Cari Artikel Lain

Artikel terkait lainnya