SISI LAIN PEMBELAJARAN DARING PAUD

  Disukai 3x   Dilihat 156x

11:18 am

refleksi

sumber ilustrasi : SISWA PAUD GENDINGAN
Sumber : Pengalaman Pribadi Guru
Penulis : ENING OPSIYAH
RPP terkait : RPPM Guru dan RPPM Wali Siswa/Ayah Bunda

Pembelajaran daring di jenjang PAUD khususnya di Taman Kanak-kanak memberi pengalaman tersendiri buat saya selaku guru. Saya mengajar di TK ABA Gendingan yang berada di kota yogyakarta. Murid saya berjumlah enam belas anak yang mereka berada pada kelompok belajar A karena usianya sekitar 4-5 tahun. Meski berada di tengah kota Yogyakarta, Latar belakang anak- anak murid saya adalah anak-anak yang memiliki orang tua dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Di awal – awal pandemi anak-anak masih semangat mengerjakan tugas yang di berikan guru melalui WhatsApp grup kelas. Begitu juga orang tua, semangat mengirimkan tugas-tugas belajar anak. Hal ini berlangsung sekitar satu bulanan.

Memasuki minggu ke tiga bulan April tugas tugas yang diberikan oleh guru hanya 40 % yang mau mengerjakan. Itupun setelah guru mencoba memotivasi langsung anak dengan melakukan panggilan video call. Orang tua juga mulai agak lambat mengirimkan hasil penugasan anak. Kadang sudah larut malam baru bisa mengirimkan.

Sebagai guru PAUD tentunya saya harus bersabar menghadapi kenyataan itu. Kondisi ekonomi yang tidak menentu pastilah menjadi salah satu faktornya. Mengingat wali murid saya adalah bukan dari kalangan orang kaya. Saya mencoba menyiasati dengan melakukan telepon langsung dengan wali siswa diakhir pekan. Dari beberapa yang saya hubungi saya mendapat informasi bahwa anak-anak tidak mau lagi mengerjakan tugas yang di sampaikan guru karena mereka merasa bosan. Anak-anak maunya belajar di sekolah. Bersama bu guru dan teman-teman.

“Hal ini diperkuat dari beberapa video yang direkam orang tua tentang protes anak anak yang dikirimkan ke saya. Dari video tersebut terlihat anak menangis sambil menyebut nama bu guru dan teman-teman. Anak ini memaksa ibunya untuk diantar ke sekolah. Melihat video itu saya merasa sedih dan ikut terbawa suasana emosi anak. Saya mencoba menenangkan anak ini dan terus membesarkan hatinya.

Semoga pandemi ini segera berlalu. Tidak hanya anak yang sedih dan tidak nyaman dengan kondisi belajar seperti ini. Bu guru juga merasakan yang sama.



Cari Artikel Lain

Artikel terkait lainnya