Mengajar Daring, Tema “Share suka dukamu belajar dari rumah ke dalam bentuk personal letter”

  Disukai 9x   Dilihat 464x

2:50 pm

refleksi

sumber ilustrasi : dokumentasi pribadi
Sumber : Sumiaty,S.Pd/MAN 1 Kota Palu
Penulis : SUMIATY
RPP terkait : Personal Letter

Share suka dukamu belajar dari rumah ke dalam bentuk personal letter

Beberapa bulan yang lalu Negara kita di hebohkan dengan menyebarnya suatu wabah penyakit yang di sebabkan oleh virus corona. Berawal dari munculnya wabah di salah satu kota di China yang kemudian meluas hingga ke berbagai penjuru dunia. Pada awalnya, kita semua tidak begitu antusias melihat penanganan penyakit ini dari negara-negara lain. Tapi ketika melihat Indonesia sudah mulai tertular wabah COVID 19, membuat kita semua lebih berhati-hati dalam menjaga diri.

Oleh karena itu pemerintah memberikan arahan untuk melakukan social distancing atau pembatasan social berskala besar (PSBB). Termasuk dalam hal pendidikan, dimana baik guru maupun siswa melakukan proses pembelajaran dari rumah. tentu saja penerapan pembelajaran dari rumah ini memiliki plus minus. Plusnya karena proses belajar di rumah ini bisa mendekatkan hubungan antara orang tua dan anak. Sekaligus memberikan kenyamanan karena orang tua tidak perlu khawatir dengan tertularnya virus COVID, karena anak tidak berinteraksi dengan orang lain dan orang banyak. Demikian juga orang tua. Namun di sisi lain. sebagian  orang tua yang merasa kerepotan karena banyaknya tugas yang di berikan oleh pihak sekolah. Ada salah penafsiran orang tua peserta didik dan bahkan guru mengenai belajar dirumah selama masa pandemic corona. Belum lagi terkait permasalahan kuota internet juga menjadi momok bagi siswa dan guru.

Salah satu hal yang juga menjadi nilai plus dari proses belajar mengajar dirumah adalah menjadikan guru harus selalu termotivasi untuk senantiasa berinovasi. Kreatif menciptakan suasana belajar yang mendukung proses pembelajaran baik luring maupun daring yang mampu memotivasi siswa untuk bersemangat dalam belajar. Sebab belajar dengan tatap muka langsung saja kadang kala masih menemui hambatan, apalagi dengan tatap muka tidak langsung. Dengan demikian guru dituntut untuk mampu merancang atau mendesain pembelajaran daring yang ringan dan efektif, dengan memanfaatkan perangkan atau media daring yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan.

Terkait dengan pembelajaran bahasa inggris pada kelas XI dengan materi personal letter, pada dasarnya guru mengharapkan materi pembelajaran menulis surat pribadi yang disampaikan pada siswanya membuahkan hasil maksimal. Kenyataannya, setelah proses pembelajaran berakhir hasil ulangan siswa masih banyak yang mendapatkan nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Hal tersebut disebabkan guru kurang kreatif dalam penggunaan berbagai teknik dan metode pembelajaran yang inovatif. Guru masih terbiasa dengan cara lama, yaitu dengan banyak ceramah dalam penyampaian materi. Siswa secara individu menyimak bahan ajar masing-masing mengenai bentuk surat pribadi dan guru menyampaikan bagian-bagian surat sesuai dengan apa yang diamati oleh siswa. Bagi siswa yang mempunyai kemampuan akan cepat menangkap materi yang disampaikan oleh guru, tetapi siswa yang belum mampu akan mengalami kesulitan. Pembelajaran secara individu membuat siswa kurang berkembang karena hanya bisa bertanya kepada teman sebangkunya.

Pemilihan metode yang tepat untuk menaikkan kemampuan siswa dalam menulis surat pribadi dengan berbagai teknik dan metode yang inovatif dapat menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif. Paldoja at all.(2006) dalam jurnal internasionalnya yang berjudul “Progressive Inquiry Learning Object Templates (PILOT)” meneliti tentang metode pembelajaran pada tingkat sekolah menengah yang dapat dirancang dan disajikan sedemikian rupa agar menimbulkan pembelajaran yang konstrukstif dan bermuatan sosial. Metode pembelajaran yang diteliti adalah metode pembelajaran kontekstual.

Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata peserta didik dan mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), menemukan (Inquiry), masyarakat belajar (LearningCommunity), pemodelan (Modeling), dan penilaian sebenarnya (AuthenticAssessment) (Depdiknas dalam Taniredja, 2011: 49).

Siswa pastinya memiliki pengalaman terkait belajar dirumah selama masa COVID 19 ini. Olehnya selain siswa di harapkan mampu memahami dengan baik dan benar tentang bagaimana struktur dan juga unsur kebahasaan dari teks surat pribadi, siswa juga bisa dengan mudah dan lebih mengalir bisa berbagi cerita tentang plus minusnya mereka selama belajar dirumah dengan menuangkannya ke dalam bentuk personal letter. Siswa bisa berbagi cerita tentang bagaimana mereka menjalani proses belajar selama masa pandemic COVID ini dan mengirimkan suratnya kepada salah satu teman kelasnya dengan menampilkan surat yang telah di buat ke dalam kelas online. Isi surat terkait dengan isu yang sangat dekat dengan keseharian siswa sehingga di harapkan siswa dengan mudah bisa menuangkan ide tulisannya ke dalam surat.

Olehnya dengan melakukan metode pembelajaran kontekstual terkait materi personal letter, tujuan pembelajaran terhadap siswa bisa tercapai ketuntasan dengan baik.



Cari Artikel Lain

Artikel terkait lainnya