Quizizz, Evaluasi Rasa Games

  Disukai 8x   Dilihat 297x

9:40 pm

refleksi

sumber ilustrasi : Adhitya Agassi, pelajar SMP Negeri 10 Jakarta
Sumber : Siti Nurjanah, Guru SMP Negeri 10 Jakarta Pusat
Penulis : Siti Nurjanah
RPP terkait : Struktur dan Kebahasaan Teks Persuasif

Quizizz, Evaluasi Rasa Games

Oleh : Siti Nurjanah *)

SMP Negeri 10 Jakarta Pusat

 

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan hal baru bagi sebagian besar pelajar dan pengajar di negeri ini. Selama ini pembelajaran adalah interaksi tatap muka di tempat dan waktu yang sama antarpelajar dan pengajar. Sejak datangnya pandemi, semua berubah. Pembelajaran tidak lagi dapat dilakukan dengan interaksi seperti biasa. Jaga jarak, tidak bersentuhan, bermasker bahkan berpelindung wajah (face shield) merupakan protokol yang wajib dilakukan semua orang untuk menghindari  Covid19 ini.

Sementara banyak orang yang merasa “tersiksa” dengan datangnya virus yang menyerang dunia ini, saya sebagai pendidik justru bersyukur. Bukan bersyukur di atas penderitaan orang lain, namun bersyukur karena kondisi ini membuat kami, para guru harus berpikir keras untuk menyajikan pembelajaran yang menarik dan tetap membuat peserta didik semangat dan memahami pelajaran. Guru yang semula tidak terlalu akrab dengan teknologi, kini harus berakrab-akrab ria dengan teknologi. Guru yang semula jarang menggunakan aplikasi-aplikasi yang menunjang pembelajaran, kini mau tidak mau harus mempelajarinya. Aplikasi tersebut tidak hanya digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran namun juga dapat digunakan untuk evaluasi atau tes.

Sebelum belajar dengan cara PJJ, saya beberapa kali menggunakan goegle form untuk mengevaluasi. Dalam PJJ pun aplikasi itu saya gunakan, namun pembelajaran materi kali ini aplikasi yang saya gunakan adalah quizizz.

 

Pembelajaran Daring

Pembelajaran saya mulai dengan melihat kehadiran peserta didik via Whats App. Pukul 06.30 WIB presensi sudah saya berikan. Setiap peserta didik menuliskan nama sesuai nomor daftar presensi dan memberi gambar jempol yang menyatakan sudah hadir. Daftar presensi ditutup pukul 07.30 WIB.

Selanjutnya saya kirim tautan media pembelajaran yang harus ditonton oleh peserta didik. Media Pembelajaran berupa salindia pada power point dijadikan bentuk video dengan suara guru. Kalimat-kalimat yang disampaikan se-familier mungkin. Peserta didik dengan menggunakan media tersebut, merasa layaknya belajar di kelas berhadapan dengan gurunya. Media ini juga mampu menghapus kerinduan peserta didik dengan guru yang hampir tiga bulan tidak bertemu. Ini terlihat dari pesan dalam Whats App yang dikirim oleh peserta didik setelah pembelajaran usai. Meskipun media sudah dipersiapkan dengan baik, ada beberapa peserta didik yang kesulitan membuka link yang diberikan. Sementara temannya sudah asyik menyaksikan, dia masih sibuk menanyakan cara membuka link tersebut. Bagi peserta didik yang benar-benar tidak dapat membuka link maka guru mengirimkan file power point-nya menggunakan jalur pribadi (japri) (melalui Whats App langsung kepada siswa yang bersangkutan).

Video pembelajaran ditayangkan sekitar 30 menit sampai dengan contoh pembahasan soal. Sebelum evaluasi diadakan, peserta didik dipersilakan menanyakan hal yang belum dipahami. Mengingat terbatasnya waktu, pertanyaan hanya dibatasi untuk 5 penanya. Apabila ada peserta didk yang dapat menjawab pertanyaan dari temannya, guru mempersilakan terlebih dahulu. Cukup mengejutkan bagi saya ternyata lumayan banyak peserta didik yang memahami materi. Hal ini terbukti dengan banyaknya yang mencoba menjawab pertanyaan teman-temannya, meskipun guru harus meluruskan dan melengkapi jawabannya. Keaktifan peserta didik dapat dipantau dengan baik oleh guru dalam proses ini.



Cari Artikel Lain

Artikel terkait lainnya