Proyek Entrepreneur Ramadan Bersama Google

  Disukai 1x
  Dilihat 146x

9:00 am

refleksi

sumber ilustrasi : Koleksi Pribadi
Sumber : Doni Riadi (2020)
Penulis : Doni Riadi
RPP Terkait : RPP Proyek Entrepreneur Ramadan Kelas V
Jenjang : SD/MI
Kelas : 5
Mapel : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Doni Riadi

SD Alam Ar-Ridho, Semarang

pakdoni@sekolahalamarridho.sch.id

Ini pekan aktif terakhir Belajar dari Rumah (SFH). Sebab, pekan besok sudah memasuki pekan libur lebaran. Karena pekan terakhir, saya ingin menjadikannya spesial. Saya tidak memberikan materi atau kuis pelajaran daring seperti biasanya. Pekan ini saya ingin menggelar pembelajaran bermakna yang berbeda, yaitu berbasis aktivitas atau lebih tepatnya berbasis proyek. Ya, namanya Proyek Entrepreneur Ramadan.

Saya menyiapkannya dengan seksama. Setidaknya saya menggunakan 4 aplikasi Google sebagai alat bantu. Google Classroom sebagai media kontrol penugasan, Google Sites sebagai media informasi teknis pelaksanaan dan etalase produk/jasa siswa, Google Meet untuk vicon tatap muka virtual penjelasan proyek, dan Google Form sebagai media Lembar Kerja (worksheet) proyek ini.

Sehari sebelum vicon, saya menyusun petunjuk teknis proyek entrepreneur dan mengunggahnya ke Gsites kelas. Rencananya, saat vicon saya akan share screen halamannya. Gsites kelas ini sudah lama saya buat, sejak awal SFH dimulai, sehingga isinya sudah cukup banyak. Laman untuk proyek entrepreneur ini merupakan subhalaman yang alamat linknya ada di http://sites.google.com/sekolahalamarridhosch.id/kelas-vb/ramadhan/proyek-entrepreneur . Intinya kira-kira, proyek ini dapat dimulai tanpa modal atau jika jika dengan modal tidak melebihi 50.000 rupiah. Bilangan yang tak terlalu besar. Maklum, karena masih kelas V SD. Model usaha yang dapat dipilih bisa berupa reseller, produksi, atau penyedia jasa. Proses penjualan melibatkan medsos ayah bunda dan dalam durasi waktu seminggu.

Saat vicon (9/5), saya menjelaskan tujuan yang hendak dicapai, memotivasi mereka, dan menjelaskan detail seperti apa kira-kira yang harus mereka lakukan. Intinya, proyek ini nantinya akan melatih mental wirausaha mereka, yaitu mandiri dan ketangguhan. Ketangguhan itu didapat dari saat mengelola kegembiraan saat produknya laku sekaligus berkompromi dengan kekecewaan saat ditolak atau tidak laku. Proyek ini juga akan turut membantu perekonomian keluarga yang memang sedang menurun karena efek Covid-19. Rekaman saat vicon bersama siswa ini sempat saya unggah ke Youtube (http://youtu.be/wgXXDyZpGME).

Keesokan harinya, satu persatu siswa memberikan laporannya. Sebagian menjadi reseller, sebagian lagi memproduksi sendiri. Produknya beragam, makanan dan nonmakanan. Ada yang menjual Dessert Box, Lava Cake, Brownies, Tahu Baso, Tahu Mercon, Pisang Goreng Krispi, Cincau, Resoles, Empek-empek, Keripik Mustofa, dan Pentol Bakso. Ada juga yang menawarkan ikan hias, papercraft, kaos kaki, aksesoris, hingga hasil kebun sendiri seperti jeruk nipis dan pisang kepok. Hingga telur Omega dan bawang-bawangan.

Sebagian besar menawarkan makanannya secara door to door ke tetangga terdekat dan menggunakan Whatsapp milik orang tua. Ada tiga orang yang memasarkannya melalui  toko online seperti Tokopedia, Olx, dan Shopee. Yang menarik, mereka juga sempat membuat flyer produk menggunakan Canva. Di flyer itu, tercantum foto produk, harga, dan nomor telpon yang bisa dihubungi. Malah ada yang juga yang membuat video promo produk. Keuntungan yang diperoleh siswa pun beragam. Keuntungan tertinggi sebesar 221.000 rupiah, dan terendah 16.000 rupiah. Sebagian mampu membuat catatan pemasukan dan pengeluaran yang diunggah di Lembar Kerja di Gform.

Pada bagian kesan/pesan dan hikmah, hampir semua siswa menuliskan hal positif. Seperti yang ditulis Syauqi: ”Kesan saya bangga bisa latihan berjualan. Saya bahagia walau keuntungan saya sedikit (Rp 16.000,-). Pesan saya, dengan berjualan, saya bisa tahu bagaimana ibu saya mencari uang untuk saya dan saya akan lebih berhemat dengan meminta uang jajan ibu…Pokoknya saya senang banget, pak..”.

Chaka, siswa saya yang lain menuliskan: “Belajar jadi pedagang ternyata memang mengasyikkan, saya belajar menimbang, belajar menghitung kembalian, dan dapat uang keuntungan.” Siswa putri, Nabila menuliskan, “Saya jadi tahu rasanya kerja keras untuk dapat uang. Belajar menghemat uang. Bersikap baik pada sesama melancarkan rizki. Kekuatan doa berpengaruh dalam keberhasilan penjualan.”

Orang tua juga mengapresiasi proyek entrepreneur ini. Grup WA ortu menjadi pertukaran informasi produk yang ditawarkan putra-putrinya masing-masing plus suka duka menjual produknya. Bunda Arka menulis di grup WA di lingkungan rumahnya :”intinya adalah memanfaatkan peluang yang ada dan jangan malu untuk berjualan…jadi sejak kelas 1, anak-anak SD Alam Ar-Ridho sudah diajarkan untuk memasarkan produk dengan cara menawarkan kepada teman dan guru di sekolah. Baru pada kelas V ini ada peluang untuk memasarkan ke publik umum. Tujuannya agar anak-anak mempunyai jiwa entrepreneur dan bisa mengelola pembukuan serta keuangan dengan baik…”

Sekarang, tinggal giliran saya untuk mengkompilasi semua karya dan portofloio mereka ini dalam sebuah sajian karya yang menarik, salah satunya dengan menggunakan Google Sites. Kepala Sekolah menyambut baik kegiatan ini. Salah seorang orang tua, juga mengirimkan WA secara pribadi, bunyinya “Terima kasih untuk pak guru atas bimbingan dan supportnya, semoga nanti ananda bisa menjadi pengusaha yang sukses, aamiinnn..”  Alhamdulillah.

Google Sites Proyek Entrepreneur Ramadan

LK Proyek Entrepreuner di Gform

Contoh Flyer produk siswa



Cari Artikel Lain

Artikel terkait lainnya