Penerapan Nilai-nilai Ajaran Agama dan Kepercayaan Di Tengah Pandemi Covid-19

  Disukai
  Dilihat 7x

5:54 am

refleksi

sumber ilustrasi : https://tirto.id/
Sumber : Amran Azali, S.Pd.I
Penulis : AMRAN AZALI
RPP Terkait : Nilai-nilai Ajaran Agama dan Kepercayaan
Jenjang : SMA/MA
Kelas : 10
Mapel : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN)

Coronavirus Disease 2019 disingkat COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. Penyakit ini mengakibatkan pandemi koronavirus 2019–2020. Penderita COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernapas. Sakit tenggorokan, pilek, atau bersin-bersin lebih jarang ditemukan. Pada penderita yang paling rentan, penyakit ini dapat berujung pada pneumonia dan kegagalan imultiorgan Infeksi menyebar dari satu orang ke orang lain melalui percikan (droplet) dari saluran pernapasan yang sering dihasilkan saat batuk atau bersin. Waktu dari paparan virus hingga timbulnya gejala klinis berkisar antara 1–14 hari dengan rata-rata 5 hari. 

Penularan virus ini sangat cepat dan sangat berakibat buruk sehingga menimbulkan kekhawatiran. Sebelum virus ini masuk di Indonesia sudah ada beberapa Negara yang melakukan lockdown untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini. Kemudian ketika virus ini masuk di Indonesia dan panambahan kasus yang semakin banyak maka pemerintah Indonesiapun melakukan kebijakan PSBB (pembatasan Sosial Berskala Besar) di beberapa daerah yang sudah ditetapkan menjadi zona merah. Hal ini membuat semua aktifitas dilakukan di Rumah, baik bekerja maupun belajar.

Kondisi seperti ini tentunya sangat berdampak dalam segala aspek baik dalam segi perekonomian maupun dalam segi pendidikan. Namun pemerintah terus berupaya agar Proses Belajar Mengajar tetap berjalan sehingga diupayakan system daring. System daringpun tentunya punya kelebihan dan kekurangan. Hubungan sosial antara sesama peserta didikpun tidak berjalan seperti biasanya. Sehingga akan bepengaruh pula pada nilai-nilai ajaran agama dan kepercayaan dalam kehidupan Masyarakat

Kondisi penyebaran Covid19 dapat dicegah dengan tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat oleh karena itu sangat bepengaruh terhadap Nilai-nilai Ajaran Agama dan Kepercayaan dalam kehidupan sehari-hari.  Berbicara tentang nilai sangat erat kaitannya dengan norma, moral dan perilaku. Perilku adalah segala macam bentuk tindakan, sikap dan penampilan manusia dalam berinteraksi dengan manusia yang lainnya. Norma adalah kaidah atau atauran-aturan yang berisi petunjuk tentang tingkah laku yang wajib dilakukan atau tidak oleh dilakukan oleh manusia dan bersifat mengikat (wajib mentaatinya). Bilamana terrjadinya pelanggaran maka kepada setiap pelanggar norma itu akan dikenakan sanksi-sanksi tertentu.

Nilai-nilai yang menjadi acuan dalam mengembangkan norma antara lain nilai bersih (kebersihan), tertib (ketertiban), disiplin (kedisiplin) dan jujur (kejujuran). Nilai-nilai ini pula penting untuk diterapkan pada masa pandemik ini. Setiap individu harus mampu menjaga kebersihan dengan cara selalu mencuci tangan, tertib dalam aturan menjaga jarak (physical distancing), melakukan ibadah di rumah, tidak bersilaturahmi langsung ke rumah kerabat, disiplin mentaati protocol kesehatan yang dilakukan pemerintah serta jujur dalam memberikan jawaban ketika ditanya oleh tenaga kesehatan.

Dengan demikian Pola hidup masyarakat ditengah pandemi ini mengalami beberapa perubahan, terutama hal menjaga pola hidup bersih dan sehat, diantaranya yaitu :

1.     Selalu mengkonsumsi makanan bergizi, vitamin C dan rajin berolahraga

2.     Selalu mencuci tangan yang benar dan menggunakan sabun

3.     Memakai masker

4.     Mejaga jarak (Physical Distandcing)

Sintaks pembelajaran

Tahapan I : Orientasi Siswa pada masalah

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan nilai-nilai ajaran agama dan kepercayaan dalam kehidupan masyarakat yang dikaitkan dengan pandemic covid19, mengajukan fenomena atau demonstrasi atau cerita untuk memunculkan masalah, memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemecahan masalah yang dipilih.

Tahapan II : mengorganisasi Siswa untuk belajar

Guru membantu siswa untuk mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah nilai-nilai yang dilakukan saat pandemi.

Tahapan III

Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.

Tahapan IV : Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model serta membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya.

Tahapan V : Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.

Situasi hati pada saat PBM

Pandemi ini membuat para guru tetap harus bertugas memberikan ilmu kepada siswa, karena kekhawatiran yang ada maka PBM dibuar secara daring namun hal ini mengurangi kedekatan emosional antara guru dan siswa.

Tanggapan Guru, Siswa Orang Tua

a.      Tanggapan guru

Pembelajaran daring harus menjadi penyadaran bagi guru bahwa peran meraka saat ini sebagai guru hanya mentranfer pengetahuan suatu saat akan tergantikan oleh guru yang lebih canggih yaitu guru mesin. Media untuk mendapatkan ilmu saat ini sudah sangat banyak, tidak tergantung pada guru saja ang mungkin masih banyak keterbatasan. Dengan menggunakan internet manusia bisa mengetahui sesuatu yang diinginkannya dengan cepat tanpa atas ruang dan Waktu. Namun kelemahan guru mesin adalah tidak memiliki unsur rasa, bahasa dan karakter. Nah peran ini yang haru diambil oleh guru manusia untuk mengimbangi guru mesin yang hanya bisa mentranser pengetahuan tanpa ada filter sebab mesin tidak mengetahui nilai baik dan buruk.

b.     Tanggapan Siswa

Model pembelajaran daring yang dilakukan awalnya biasa saja namun ketika hal ini dilakukan dengan waktu yang panjang justru hanya membuat kebingungan. Karena ketika belajar disekolah lebih mudah dipahami karena bisa secara langsung.

c.      Tanggapan OrangTua

Kegiatan PBM yang dilaksanakan secara daring memaksa orang tua untuk terlibat langsung dalam kegiatan belajar anak-anaknya, banyak pengalaman yang mereka rasakan ketika harus mendampinginya.. Orang tua menyadari dan mengetahui bagaimana cara membimbing anak-anak meraka dalam belajar.

Kelebihan dan Kekuranan Moda yang digunakan

a.      Kelebihan metode daring bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

b Informasi bisa diakses dengan cepat

c Materi bisa diperoleh lebih banayk

d Pembelajaran mestinya menjadi lebih menyenangkan,karena bayak variasi materi dalam

pembelajaran daring

b.     Kekurangan

1.     Penguasan teknologi yang masih kurang membuat para guru bingung melakukan PBM

daring

2.     Sarana dan prasarana yang tidak memadai

3.     Jaringan internet yang kadang mengalami gangguan

4.     Biaya yang dibutuhkan lebih besar

5.     Tidak dapat mengevaluasi siswa secara langsung

6 enyusahkan orang tua murid



Cari Artikel Lain

Artikel terkait lainnya