Kebangkitan Nasional di masa Pandemi Covid 19

  Disukai
  Dilihat

10:15 am

refleksi

sumber ilustrasi : Upacara Memperingati Hari kebangkitan Nasional
Sumber : Media Internet dirangkum dari berbagai Sumber
Penulis : Maskur, SE
RPP Terkait : Semangat Kebangkitan Nasional
Jenjang : SMP/MTS
Kelas : 8
Mapel : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN)

Kebangkitan Nasional di masa Pandemi Covid 19

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia mengalami sebuah momentum dalam rangka menegaskan persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada tanggal tersebut, dijadikan titik tolak bagi bangsa Indonesia untuk memperjuangkan nasib kemerdekaan pada masa lalu, tentang usaha untuk membangkitkan rasa Nasionalisme, semangat perjuangan generasi muda guna kemerdekaan bangsa

Ada yang berbeda pada peringatan hari kebangkitan nasional kali ini. Di tengah keprihatinan bersama karena wabah pandemi covid19 kita dituntut untuk kembali menggelorakan semangat kebangkitan nasional yang dimiliki bangsa Indonesia. Kita harus melawan lupa dan kemudian mengokohkan lagi semangat patriotisme dalam upaya melawan pandemi global yang menyerang hampir semua negara di dunia

Indonesia hari ini dan juga dunia sesungguhnya sedang mengalami track down disemua aspek, mulai dari Ekonomi, politik, sosial, budaya dan juga bahkan termasuk dalam hal ini adalah Agama. Di tengah pandemi Covid-19 dan ketidak pastian keadaan yang membuat berbagai pihak dan berbagai sektor terancam, pendidikan yang dilakukan dengan model Long Distance Learning yang dianggap hanya mengisi ruang koginisi, Ekonomi yang secara makro dan mikro sangat mengkhawatirkan dengan penutupan pabrik dan PHK besar-besaran, Politik yang semakin berpotensi membelah anak bangsa pada faksi-faksi yang tidak produktif, hingga budaya masyarakat yang kian bergeser

Selain faktor ekonomi, secara global dampak pandemi yang juga tidak kalah penting adalah dampak terhadap pendidikan. Seluruh siswa di dunia mengalami gangguan belajar, yang hingga sekarang sulit diprediksi kapan berakhirnya. Gangguan proses belajar ini mayoritas dialami oleh kaum muda dan tentunya akan berdampak negatif pada hasil pembelajaran, perkembangan mental dan kualitas lulusan. Untuk kondisi negara-negara berkembang seperti Indonesia, penutupan sekolah langsung berdampak pada siswa dengan ekonomi lemah, terutama di daerah terpencil yang terbatas akses internet. Kondisi ini makin diperburuk dengan ketidaksiapan SDM pengelola lembaga pendidikan. Inilah beberapa dampak domino pandemi global yang saat sekarang ini menjadi momok menakutkan tidak hanya bagi siswa, kaum muda, namun hampir semua masyarakat Indonesia

Indonesia terus berbenah dalam mengatasi problematika pendidikan karena dampak pandemi ini. Kebijakan pendidikan dengan menerapkan pembelajaran dalam jaringan (daring), memaksa tenaga pengajar sekaligus para pelajar menjalankan proses pembelajaran melalui kontak tak langsung. Kebijakan yang cukup bagus dan sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini, meskipun pemerintah Indonesia lupa, di beberapa daerah tertentu mereka tidak terjangkau jaringan internet

Pemuda Indonesia dan Upaya Keluar dari Kerentanan Kesejahteraan Sosial

peningkatan kemiskinan karena pengangguran akibat Covid-19 diperkirakan akan lebih dahsyat dibandingkan kenaikan tingkat pengangguran setelah krisis keuangan global 2009. Tak pelak, jika melihat pengalaman tahun 2009, tanpa adanya intervensi kebijakan yang ditargetkan, maka jelas kemungkinannya bahwa kaum muda akan lagi terkena dampak kemiskinan akibat resesi global. Hal ini akan meningkatkan proporsi jumlah orang muda menganggur dibandingkan dengan orang dewasa dikarenakan penyerapan pekerjaan yang lebih lambat terhadap kaum muda selama pemulihan akibat wabah Covid-19

Terlepas dari itu, terdapat suatu peluang serta kesempatan yang bagus bagi kaum muda dalam menyikapi hal ini. Terlahir sebagai kaum millenial, generasi muda sekarang ini hidup dalam perkembangan ekonomi, sosial serta budaya berbasis dalam jaringan. Kaum muda Indonesia tentu tidak mau ketinggalan dalam menggunakan teknologi, terlebih di era revolusi digital ini 4.0 ( four point O). Hal ini juga sesungguhnya sudah diingatkan oleh David Romer (1990), menurut teori pertumbuhan baru penduduk diharapkan mengusai perangkat teknologi, agar membantu bertinteraksi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi

Kita punya identitas yang sama. Tapi yang lebih penting lagi, kita punya tujuan yang sama. Tujuan itu akan kita capai bersama, setiap orang, setiap komponen bangsa berkontribusi untuk mencapainya. Kita membentuk sebuah tim, setiap komponen menjalankan peran yang berbeda. Kita bersama menuju ke suatu titik.

Saat ini apa titik tujuan kita? Jelas sekali bahwa kita harus membebaskan bangsa ini dari ancaman Covid-19. Ini bukan sekadar ancaman penyakit. Ini adalah ancaman terhadap keselamatan kita sebagai individu, juga ancaman terhadap keselamatan kita sebagai bangsa. Yang sudah segera terlihat, selain kerugian medis, adalah kerugian ekonomi. Efek ekonomi ini tidak hanya harus kita tanggung selama wabah ini berlangsung, tapi beberapa tahun setelahnya. Efek ekonomi ini bisa saja merambat ke hal lain seperti politik, dan pertahanan



Cari Artikel Lain

Artikel terkait lainnya