KAMPANYE DARING DAN LURING IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSI DI SMAN KOTA BAHAGIA BERBASISPEBIMPOP (PELAYANAN BIMBINGAN DAN PERMAINAN POHON BENDERA)

  Disukai 2x
  Dilihat 98x

3:04 pm

bacaan

sumber ilustrasi : Hariya Haldin
Sumber : Hariya Haldin
Penulis : HARIYA HALDIN

Pendidikan Inklusi merupakan salah satu bentuk layanan pendidikan yang sangat penting untuk membantu mengatasi dan meminimalisir gangguan maupun hambatan peserta didik sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Inklusi diperuntukkan bagi peserta didik yang seluas-luasnya yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, dan sosial atau memiliki kecerdasan dan bakat istmewa. Pendidikan inklusi mensyaratkan bahwa peserta didik berkebutuhan khusus hidup dan belajar berasama dengan anak lain pada umumnya di sekolah reguler dengan kurikulum yang disesuaikan kebutuhan peserta didik.         

Keberhasilan penye­leng­­­garaan sekolah inklusi, sa­­ngat ditentukan oleh stek­hol­­der, pemangku tugas se­ba­gai pelaksana sekolah in­klu­si. Maka merupakan sua­tu keharusan mereka adalah orang-orang yang paham akan inklusi itu sendiri, da­lam artian mere­ka adalah orang-orang yang ahli dibi­dang­nya. Disam­ping itu, peran dari Guru Pem­bim­bing Khusus juga me­rupa­kan faktor penentu ke­­ber­hasilan dalam mewu­jud­kan sekolah inklusi. Hal ini dikarenakan, Guru Pem­­bimbing Khusus (GPK) merupakan guru yang ter­libat dan ber­hadapan lang­sung dengan Anak Ber­ke­butuhan Khusus (ABK) di sekolah inklusi. Jika suatu sekolah telah menye­leng­garakan sekolah inklusi, suatu yang mustahil akan berhasil jika tidak adanya GPK sebagai ujung tombak keberhasilan penye­leng­ga­raan sekolah inklusi.

Kabupaten Aceh Selatan memliki daerah yang sangat luas 3.842 km² dan 18 kecamatan serta memilki 44 sekolah jenjang menengah dan kejuaruan. Salah satunya adalah SMA Negeri Kota Bahagia yang menyelenggarakan pendidikan inklusif guna menjamin layanan pendidikan di daerah khusus. Hal ini dimaksudkan untuk dapat memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak di wilayah terpencil dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Dari berbagai permasalahan terkait pembelajaran inklusif di sekolah permasalahan yang masih belum teratasi pada SMA Negeri Kota Bahagia disebabkan daerah Kecamatan Kota Bahagia adalah “zona merah” pada saat konflik. Akibat konflik yang berkepanjangan ini menyebabkan pengaruh terhadap psikologis perkembangan dan pertumbuhan pada anak diadaerah kota bahagia serta terbengkalainya pendidikan, 

Media pembelajaran merupakan sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan aktivitas gerak peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat disajikan secara audio visual dan audial.

permainan adalah suatu kegiatan yang menimbulkan keasyikan dan kesenangan untuk melepaskan energi yang dilakukan secara suka rela tanpa paksaan dan rasa tanggungjawab, dan tanpa mempertimbangkan hasil akhir yang berfungsi sebagai pengembangan potensi dan kreatifitas anak. Permainan yang diciptakan guru merupakan kreativitas dan pengembangan yang dilakukan untuk meningkatkan afektif, kognitif dan psikomotorik peserta didik. Desain permainan yang dibuat tak terlepas dari pada materi pembelajaran yang akan disajikan di dalam kelas maupun diluar kelas.

Hasil yang di capai

  1. Kemandirian peserta didik meningkat secara signifikan, mampu terlatih, tidak ketergantungan pada oran lain.
  2. Rasa percaya diri peserta didik mulai terlatih.
  3. Peserta didik mulai terampil untuk bersosialisasi dengan lingkungannya.
  4. Memelihara dan meningkatkan kebugaran jasmani.
  5. Meningkatkan pengetahuan dan wawasan pada anak, terutama untuk memenuhi rasa ingin tahu anak.
  6. Mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor.
  7. Menanamkan kerja sama, rasa sosial, dan saling tolong-menolong.
  8. Dapat bersaing dengan peserta didik lainnya, sehingga bias berkreavitas
  9. Peserta didik sudah bisa menjelaskan didepan teman – teman lainnya
  10. Permainan ini bisa digunakan untuk materi lain.

Simpulan

Dari pemamparan diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

  1. Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan keseluruhan, yang bertujuan untuk mengembangkan individu secara organik, neuromuskuler, intelektual dan emosional.
  2. Dalam mengembangkan individu secara organik, neuromuskuler, intelektual dan emosional dengan meningkatkan aktivitas gerak, emosinal dan kreativitas ABK melalui kebugaran jasmani dengan PPB (Permainan Pohon Bendera).
  3. Kendala yang dihadapi yaitu hambatan/gangguan yang ada sangat bervariasi sehingga memerlukan layanan dan pngawasan ekstra ketat, tidak tersedianya tenaga ahli psikolog disekolah, faktor ekonomi dalam hal kebutuhan pembiyaan alat alat praktik.
  4. Tindak lanjut Menganalisis dan evaluasi pembelajaran guna untuk perbaikan masa akan dating, secara kontiniu menaganalisis perkembangan pembelajaran peserta didik, melakukan pengembangan permainan pohon bendera dengan mengintegrasikan keteknologi, secara aktif dalam berbagai kesempatan memberikan masukan yang positif kepada para pemangku kebijakan di dunia pendidikan, agar mereka selalu memperhatikan pendidikan khususnya untuk anak berkebutuhan khusus, membangun Kerjasama yang komperhensif terhadap wali peserta didik dan masyarakat dalam pengembangan kerja sama



Cari Artikel Lain

Artikel terkait lainnya