Dilema Pembelajaran Daring di Pedesaan

  Disukai 10x
  Dilihat 297x

11:04 am

refleksi

sumber ilustrasi : Pembelajaran Daring PAUD
Sumber : RA Medini Undaan Kudus
Penulis : Noer Afni Choirunisa
RPP Terkait : RPPH Tema Alam Semesta
Jenjang : PAUD/TK/RA
Kelas : PAUD
Mapel : Tematik

Dimasa pandemi covid 19 yang sedang melanda dunia tidak terkecuali Indonesia, telah mengubah pola kehidupan seluruh umat manusia, segala sesuatu harus di lakukan dengan protokol kesehatan, semua kembali kerumah bekerja dari rumah, belajar dari rumah. Dunia pendidikan terkena imbas dari pandemi ini tak lain dan tak bukan harus mempersiapkan model pembelajaran yang dilakukan tidak dengan bertatap muka melainkan pembelajaran dilaksanakan secara daring, disinilah kreatifitas seorang guru diuji, apalagi bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini dimana disetiap Kegiatan Belajar Mengajar harus mengedepankan enam aspek perkembangan anak yakni Nilai Agama dan Moral, Fisik Motorik, Kognitif, Bahasa, Sosial Emosional dan Seni.

Dari kebiasaan berinteraksi secara langsung dengan peserta didik mempraktekkan segala sesuatu didepan anak, mendampingi cara melakukan segala aktifitas yang membutuhkan sentuhan fisik antara guru dan peserta didik, semua harus berubah dilakukan secara daring yang notabene anak usia dini tidak seharusnya menggunakan media HP karena seorang anak harus dapat bersosialisasi dengan dunia luar tidak dibiasakan dengan HP.

Kendala inilah yang awal terjadi pada guru anak usia dini, terutama di daerah pedesaan, dimana HP yang memiliki adalah orangtuanya, sedangkan orangtuanya kebanyakan ibu mereka bekerja sebagai buruh pabrik yang berangkat pagi buta pulang menjelang sore atau ayahnya tukang bangunan yang merantau di daerah lain sehingga tidak setiap waktu pulang kerumah, anak di rumah tinggal dengan kakek dan neneknya.  

Dari sini jelas terlihat kesulitan ketika guru melakukan pembelajaran secara daring melalui group Whatshapp yang membaca adalah orangtua mereka yang sedang bekerja, akhirnya tugas tidak tersampaikan kepada anak, ketika pulang orangtua sudah dalam keadaan lelah sehingga tidak dapat mendampingi anak untuk melakukan tugas yang diberikan guru secara daring. Apalagi jika guru memberikan tugas yang membutuhkan media pembelajaran berupa berbagai macam benda – benda yang harus dicari oleh anak, akan sangat membebani orangtua murid.

Oleh karena itu beban berat pembelajaran secara daring bagi kami para guru di daerah pedesaan, disatu sisi kewajiban guru untuk tetap memberikan pembelajaran bagi peserta didik pada pandemi covid 19 supaya aspek perkembangan anak selalu terpenuhi tetapi terkendala dengan orangtua yang tidak dapat selalu mendampingi anak belajar dirumah. Bagi kami yang dalam Kegiatan Belajar Mengajar yang biasanya tersampaikan enam aspek perkembangan anak harus terpenuhi dalam kondisi covid ini paling tidak satu hari satu aspek perkembangan terpenuhi dengan pertimbangan dalam setiap tugas yang diberikan oleh guru secara daring tidak membebani orangtua murid sehingga dalam memberikan pendampingan belajar kepada anak tidak merasa terbebani, anak tetap mendapatkan haknya belajar secara nyaman dan bahagia.



Cari Artikel Lain

Artikel terkait lainnya