Comic Strip Covid Membuat Pembelajaran Simple Present Asyik

  Disukai 10x
  Dilihat 467x

2:50 pm

refleksi

sumber ilustrasi : Comic Strip Covid hasil karya siswa
Sumber : Buku When english Bell Ringing
Penulis : Duwi hartanti
RPP Terkait : Comic Strip Covid Pembelajaran Simple Present
Jenjang : SMP/MTS
Kelas : 7
Mapel : Bahasa Inggris

Comic Strip Covid Membuat Pembelajaran Simple Present Tense Lebih Asyik

Oleh : Duwi Hartanti, S.Pd

Guru MTs N 3 Pamekasan

Corona Virus Disease merupakan sebuah wabah yang bahkan oleh WHO ditetapkan menjadi sebuah pandemi. Dengan adanya covid-19 seluruh pemangku kebijakan dituntut untuk bertindak cepat. Salah satu upaya nyata yang dilakukan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19 adalah dengan diberlakukannya school from home dan teaching from home. Kebijakan tersebut memaksa para pendidik dan peserta didik untuk melakukan pembelajaran melalui sistem daring.

Pemberlakuan sistem daring menuntut komitmen guru dalam melaksanakan kewajibannya memberikan pembelajaran bagi para siswa. Sesuatu yang baru selalu memberikan tantangan tersendiri. Saya selaku guru lebih memilih menggunakan Whatsapp grup dan Google form sebagai sarana komunikasi dalam pembelajaran secara daring, meskipun tak jarang saya juga menggunakan Google classroom. Penggunaan Whatsapp group dipilih karena aplikasi inilah yang paling umum digunakan oleh para siswa.

Dalam mata pelajaran Bahasa Inggris untuk kelas VII yang saya ampu materi yang saya sampaikan adalah penggunaan simple present. Dengan adanya Covid-19 saya mencoba menyisipkan pengetahuan mengenai virus ini ke dalam pembelajaran saya. Jadi siswa tidak hanya mendapat pembelajaran mengenai simple present tense namun juga pengetahuan mengenai virus yang sedang merebak sehinnga mereka dapat berperan aktif dalam pencegahan Covid-19.

Pertama-tama saya mengingatkan mereka tentang penggunaan dan struktur sebuah kalimat simple present tense. Untuk membuat para siswa tertarik dan aktif dalam kelas daring maka saya mengadakan kuis. Saya memberikan kalimat rumpang dan mereka harus melengkapi kalimat tersebut menggunakan bentuk kata yang tepat. Cara ini cukup ampuh untuk menarik perhatian para siswa. Selain itu masih dalam rangka brain stroming saya mengajak mereka bermain, jika-maka. Cara bermain permainan ini adalah; pertama saya menyuruh mereka untuk menuliskan sebuah kalimat simple present sederhana misalnya: I am a doctor, I eat ice cream, the mountain explodes, she is princess dan lain-lain. Kemudian secara acak saya memilih pasangan siswa. Setelah mendapat sepasang siswa saya mengarahkan pada mereka untuk memotret kalimat yang telah mereka tulis. Kalimat dari siswa pertama akan menjadi kalimat jika (if clause) dan kalimat siswa ke dua menjadi kalimat maka. Contoh kalimat yang dihasilkan dalam permainan ini misalnya, If I am a docotor, the mountain explodes. Setiap kalimat yang tercipta membuat para siswa lebih tergelak dan lebih menikmati pembelajaran.

Dalam kegiatan inti, saya menampilkan sebuah comic strip yang berisi tentang Covid-19. Comic strip yang saya tampilkan berjudul, Bird and Covid Conspiration, dari comic strip tersebut saya menyediakan beberapa pernyataan. Para siswa bertugas menentukan apakah pernyataan saya benar/salah, true/false, sesuai dengan informasi yang disajikan dalam comic strip. Latihan soal saya kirim dengan menggunakan aplikasi google form.

Untuk meningkatkan kreativitas siswa, saya menugaskan kepada mereka membuat comic strip tentang covid. Bagi siswa yang mengalami kesulitan untuk menggambar saya merekomendasikan kepada mereka untuk menggunakan aplikasi membuat komik baik melalui android maupun komputer. Antusiasme para siswa untuk mengerjakan tugas yang saya berikan tidak terlampau mengecewakan.

Baik soal latihan maupun tugas yang saya berikan, memang tidak semua anak memberikan respon yang positif. Siswa yang mengerjakan soal latihan ada di angka 65% dan siswa yang mengumpulkan tugas ada di angka 47%. Tugas yang telah terkumpul saya jadikan sebuah buku kumpulan comic strip dan saya beri judul, two sides of covid, karena dari tugas-tugas yang para siswa kumpulkan dapat disimpulkan bahwa ternyata pandemi ini tidak hanya menimbulkan hal-hal negatif namun juga hal positif. Contoh hal positif dari adanya pandemi antara lain: kita lebih peduli dengan kebiasaan hidup sehat, tidak keluyuran untuk hal-hal yang tidak penting, kepekaan sosial/solidaritas sosial lebih tampak dan terasa ketika pandemi, dan lain-lain.

Melihat prosentase keaktifan yang belum maksimal saya berusaha meningkatkan prosentase keaktifan siswa dengan beberapa cara antara lain: lebih aktif dalam memberikan feedback bagi para siswa, meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran daring dengan memberikan reward, penugasan yang menarik dan relevan untuk kehidupan sehari-hari siswa.



Cari Artikel Lain

Artikel terkait lainnya