Belajar Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Jarak Jauh di Sekolah Pedesaan

  Disukai 9x
  Dilihat 277x

8:36 am

refleksi

sumber ilustrasi : SUMBER DIAMBIL SENDIRI
Sumber : PENGALAMAN PRIBADI MENERAPKAN PRIBADI MENERAPKAN PJJ
Penulis : MARDIYATI
RPP Terkait : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH
Jenjang : SMP/MTS
Kelas : 8
Mapel : Matematika

Belajar Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Jarak Jauh di Sekolah Pedesaan

Siak, Riau – Saat pemerintah meminta siswa untuk belajar dari rumah untuk mencegah penularan Pandemi Covid 19, saya yang mengajar matematika di SMPN 4 Siak, Riau, melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara luring. Bentuknya dengan cara memberi tugas berupa catatan dan latihan melalui buku paket untuk dilaksanakan di rumah masing-masing.

Informasi belajar dari rumah yang begitu mendadak, bagi kami yang tinggal di pedesaan hanya berpandu dari buku pegangan siswa sebagai sumber belajar dari rumah. Namun setelah 2 minggu berjalan, ternyata belajar dari rumah terus dilanjutkan.

Jika begini terus keadaannya, maka apakah siswa memiliki pengalaman belajar yang bermakna bila penugasannya hanya mengerjakan buku paket? Saya mencoba mencari cara membuat pembelajaran daring. Bagaimana caranya agar dengan keterbatasan kondisi ekonomi orangtua siswa, mereka tetap bisa mengecap pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang menyenangkan dan bermakna dalam belajarnya.

Hati ini tak bisa tinggal diam dan membiarkan model penugasan yang selama ini berjalan akan monoton. Bahkan kurangnya koordinasi terhadap penjadwalan tugas yang diberikan guru, membuat siswa merasa tidak punya waktu dan sulit mengatur tugas mana yang harus mereka selesaikan terlebih dahulu.

Kebijakan awalpun harus berani dilakukan. Dengan mencari dari segala sumber informasi terkait bagaimana agar komunikasi semua guru dengan semua siswa dapat berjalan dengan baik selama PJJ berlangsung. Kami mengajak semua wali kelas dan guru untuk membuat grup kelas tersendiri dan agar dalam grup kelas itu nanti kami mengajak siswa untuk lebih aktif terkait tugas belajarnya.

Setelah diskusi mulai berjalan baik di grup masing-masing kelas, dan rekan guru juga sudah tampak memberikan tugas yang menyenangkan ke siswa namun tetap mengandung nilai pembelajaran yang bermakna serta mulai terkondisikan dengan baik penjadwalan tugas-tugas yang diberikan kepada siswa dari guru masing-masing mapel.

Kini tiba saatnya kami mencoba menggali keinginan PJJ yang seperti apa yang diinginkan siswa?

Saya membuat perencanaan pembelajaran matematika yang dirancang untuk PJJ secara daring. Pembelajaran perdananya untuk kelas 8 dengan materi Statistika. Kami memanfaatkan aplikasi Jitsi meet seperti yang diatihkan Tanoto Foundation sebagai wadah kami belajar dan berdiskusi.

Pembelajarannya juga dirancang semenarik mungkin dengan tujuan belajar yang masih mengajak siswa untuk mampu berpikir tingkat tinggi, yaitu siswa mampu menyajikan data dalam bentuk diagram batang dan garis serta mampu menginterprestasikan dan mempresentasikan data yang telah disajikan ke dalam bentuk diagram batang dan diagram garis dengan tepat dan benar.

Saat pembelajaran berlangsung secara virtual interaksi dan diskusi terjadi dan berjalan dengan sangat baik, ketika siswa ingin bertanya, menjawab atau memberi masukan maka siswa akan menulisnya melalui room chat yang tersedia dalam aplikasi.

Tugas akhir pembelajaran adalah siswa saya diminta untuk membuat video terkait data pasien corona selama lima hari terakhir yang telah diperoleh diawal PJJ yang telah di sajikan ke dalam bentuk diagram batang dan garis. Selain itu, dengan pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan secara daring, guru juga dengan sangat mudah mengukur sejauh mana pemahaman konsep yang didapat siswa serta bisa memberikan umpan balik diakhir pembelajaran.

Selain siswa mampu menyajikan data ke dalam bentuk diagram batang dan garis, siswa juga berani untuk mencoba menyalurkan bakat yang dimilikinya misal selayaknya seorang pembawa berita. Alhamdulillah sesuai dengan harapan kami pembelajaran jarak jauh yang kami laksanakan berjalan dengan baik.

Dengan pembelajaran yang telah kami laksanakan secara kombinasi (daring dan luring) beragam reaksi siswa yang bermunculan di whatsapp grup kelas seperti, Pembelajarannya asyik dapat bertanya secara langsung yang kurang dipahami, kami suka dengan tugas yang diberikan untuk menyampaikan hasil belajar kami seperti seorang pembawa berita. Alhamdulillah ternyata siswa kami yang letak geografis rumahnya di pedesaan yang termasuk wilayah khusus bagian perbatasan yang semuanya masih serba ketertinggalan juga mampu melaksanakan pembelajaran jarak jauh seperti mereka yang tinggal diperkotaan.

Setelah proses pembelajaran secara kombinasi ini kami terapkan, terasa sangat jauh berbeda dengan penugasan sebelum-sebelumnya yang kami beri ke siswa. Dengan metode kombinasi ini, diskusi dan interaksi dapat berjalan dengan lebih baik dan dapat memantau langsung pemahaman konsep siswa. 



Cari Artikel Lain

Artikel terkait lainnya