Akibat corona covid-19 kelasku darurat dari rumah

  Disukai
  Dilihat

3:51 pm

refleksi

sumber ilustrasi : Gambar siswa kelas 6 a MIN Donggala
Sumber : situs internet
Penulis : RAMLIANA
RPP Terkait : Rpp pkn daring
Jenjang : SD/MI
Kelas : 6
Mapel : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN)

AKIBAT CORONA COVID-19 KELASKU DARURAT  DARI  RUMAH

OLEH : Ramliana, S. Ag, M. Pd

 

     Artikel “ Akibat Corona Covid-19 Kelasku darurat dari Rumah (sebuah refleksi pembelajaran)”, merupakan rekleksi pembelajaran PPKN kelas 6 A pada MIN Donggala Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah dengan materi pembelajaran pelaksanaan kewajiban, hak dan tanggung jawab yang dilaksanakan secara daring.

Sejak adanya acuan perintah belajar dan mengajar dari rumah siswa tidak lagi diizinkan belajar di madrasah. Sebagai warga negara yang baik tak terkecuali guru dan siswa  harus patuh mengikuti kebijakan tersebut,  namun harapan guru situasi  ini tidak berlangsung lama karena keadaan mempengaruhi perasaan tidak menyenangkan selama menjalani kebijakan belajar di rumah. Karena banyaknya kendala  yang dihadapi oleh guru, orang tua maupun para siswa disebabkan sekolah belum siap dengan program dalam menerapkan kegiatan belajar di rumah, sehingga harapan orang tua dan siswa tidak terlalu banyak memberikan tugas, karena pemberian tugas terlalu banyak justru menimbulkan pembelajaran tidak menyenangkan. Keadaan ini  banyak  guru tidak menyadarinya.

Di sisi lain  guru dituntut agar memberikan pembelajaran di rumah karena tuntutan pemberian nilai di akhir tahun pelajaran  namun masih terdapat guru tidak memahaminya, dengan dalih guru tidak akan memberikan nilai hanya tuntutan  perasaan tanpa ada tugas yang dipelajari oleh peserta didik terlebih lagi belum tersedianya fasilitas di rumah seperti, akses internet beserta perangkat yang mumpuni  maka sangat diperlukan, hal inilah menjadi kendala besar bagi penulis saat melaksanakan pembelajaran di rumah tentunya penyebabnya adalah lambatnya akses internet, ditambah domisili peserta didik ada di daerah gunung, pesisir pantai dan  tidak memiliki android hanya menyampaikan dengan menggunakan android orang tua, lebih parahnya lagi ada peserta didik yang tidak memiliki android karena ketidakmampuan untuk memfasilitasi anaknya, walaupun demikian  semangat peserta didik untuk mengikuti pembelajaran hanya bergabung dengan teman yang berdekatan rumahnya. Peserta didik sangat memahami bahwa kewajiban sebagai siswa harus dilaksanakan karena merupakan tanggung jawabnya, siswapun menyadari bahwa hak yang akan diperolehnya berupa nilai bukanlah suatu hal yang mudah tanpa melalui upaya.

Demikian pula penulis melaksanakan pembelajaran daring penulis memanfaatkan aplikasi WhatsApp dengan memanfaatkan aplikasi Caranva pada Google Drive, dengan mengirimkan video pembelajaran yang berkaitan  materi melaksanakan kewajiban, hak dan tanggung jawab. Dengan langkah mendata peserta didik yang memiliki android untuk mengikuti pembelajaran daring, namun bagi peserta didik yang tidak memiliki penulis melakukan pembelajaran secara luring dengan cara mengunjungi rumah peserta didik  dengan memperhatikan dan menerapkan protokoler Covid-19 (mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker dan menjaga jarak). Pembelajaran yang dilaksanakan secara daring peserta didik diminta menyimak video yang terkirim ke no WhatsApp yang dimikili peserta didik,  diminta menanyakan hal-hal yang belum dipahami dan menyelesaikan semua tugas-tugas lalu mengirimkan  melalui WhatsApp. Sedangkan pembelajaran secara Luring diberikan berupa teks wacana lalu peserta didik diminta membaca wacana dan menjawab pertanyaan-pertanyaan sesuai isi wacana. Pembelajaran luring dilaksanakan dengan memberikan tugas dalam waktu tiga hari lalu guru menjemput kembali tugas tersebut, serta peserta didik diminta untuk mengungkapkan perasaannnya sewaktu menyelesaikan tugas di masa Covid-19.

Pembelajaran daring peserta didik lebih banyak menemui kendala karena ketersediaan data serta belum memiliki fasilitas Wifi, terkadang peserta didik berulang-ulang menanyakan tentang pertanyaan kepada guru karena belum memahami soal evaluasi. Pembelajaran daring mempunyai kelebihan menimbulkan antusias siswa, menguasai beberapa aplikasi digital khususnya yang memiliki media Laptop, terutama dapat meningkatkan kemandirian belajar peserta didik.

Penulis menyimpulkan pembelajaran daring sebaiknya ditunjang oleh beberapa faktor ketersediaan jaringan yang memadai, yang terpenting adalah kemampuan guru dalam menguasai beberapa aplikasi sehingga pembelajaran dapat berjalan, motivasi dan dukungan orang tua tak kalah pentingnya untuk mendampingi dan membimbing anaknya dalam  menyelesaikan tugas-tugas khususnya dukungan dana membeli data.

Berbeda pembelajaran melalui luring peserta didik dapat bertatap muka secara langsung dengan guru, dapat bertanya secara langsung kendala apa yang dialami,  meningkatkan kedekatan guru dengan peserta didik  karena banyaknya terjadi keluhan sudah jenuh belajar di rumah namun karena motivasi guru dan orang tua sehingga peserta didik dapat menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab, walaupun guru mengalami kendala terkadang peserta didik tidak dapat ditemui di rumahnya karena mengikuti orang tua ketika keluar rumah.  (Penulis; Ramliana, S. Ag, M. Pd. Guru kelas 6 A MIN Donggala provinsi Sulawesi Tengah).  



Cari Artikel Lain

Artikel terkait lainnya